Minggu, 28 Desember 2014

URBAN SKETCH

Urban Sketchers (USK) adalah sebuah komunitas global para seniman yang membuat gambar langsung di lokasi kota-kota dan desa dimana mereka tinggal atau berkunjung. Gambar-gambar mereka dikerjakan dalam wujud Jurnalisme Visual untuk mencatat kehidupan sekitar mereka sebagaimana mereka melihatnya terjadi di depan mata mereka sendiri.
Gerakan Urban Sketchers yang dimulai di Seattle pada tahun 2007 oleh Gabriel (Gabi) Campanario dan telah berkembang ke negara-negara lainnya dengan satu manifesto sebagai pemersatu. Moto Urban Sketchers adalah ‘Menunjukkan pada dunia, satu gambar setiap kalinya!
Urban Sketchers bermula sebagai group dalam Flickr pada November 2007. Gabriel Campanariosang pendiri Urban Sketchers adalah seorang pembuat ilustrasi dan jurnalis berkebangsaan Spanyol yang tinggal di Seattle. Beliau adalah jurnalis Seattle Times yang berkontribusi sebagai seniman dan penulis untuk edisi cetak dan online. Dengan semakin bertambahnya jumlah seniman yang mengunggah dan berbagi gambar secara online, Campanario memulai sebuah group yang mendukung dan mengedepankangambar jurnalistik yang bercerita tentang kehidupan nyata sebagaimana terjadi di depan mata sang seniman.



Setahun kemudian pada tahun 2008 Campanario membuat blog Urban Sketchers. Partisipasi dalam blog Urban Sketchers dilakukan berdasarkan ajakan dan dalam jumlah terbatas, yaitu seratus seniman. Munculah istilah Urban Sketchers Correspondent, yang mempunyai komitmen untuk mengkontribusi sketsa jurnalistik secara teratur. Sketsa-sketsa tersebut harus disertai dengan keterangan: kapan dan dimana sketsa dibuat dan beberapa detail mengenai tehknik gambar ataupun cerita di lokasi itu.
Urban Sketchers menggambarkan kejadian dalam kehidupan sehari-hari, kejadian-kejadian dalam kota-kota besar, kota kecil, maupun pedesaan. Bangunan, orang-orang, taman, pasar, pesawat, kereta dan mobil, toko-toko, cafĂ©, apapun dan manapun yang terlihat terekam dalam buku-buku sketsa Urban Sketchers. Sejalan dengan tujuan jurnalistik mereka, seniman membuat catatan sejarah visual kehidupan di sekitar mereka. Para Sketchers menggunakan beragam teknik sketsa dan material, mulai dari pensil , tinta, cat airhingga tablet grafis.


Selama abad ke 20 praktek sketsa mengalami kemunduran dibandingkan umumnya dilakukan pada 100 tahun sebelumnya. Fotografi menjadi fokus sebagai metode pilihan untuk menampilkan gambar untuk penulisan dan jurnalisme. Sketsa diposisikan pada studio-studio kusam di sekolah-sekolah seni klasik, hanya dilakukan oleh segelintir orang saja dan bukan bagian kehidupan sehari-hari . Dan kemudian trend seni ini kembali hidup lagi. Pada kisaran awal tahun 2000, lelaki atau perempuan dengan buku sketsa kecilnya dan pena atau kuas mulai terlihat di kedai-kedai kopi, taman, jalan, dan bandara. Praktek sketsa sedang mengalami kebangkitan; dan gerakan Urban Sketching mendukung keterlibatan melalui berita mulut ke mulut dan dalam kelas-kelas seni dan jejaring sosial secara online



Ribuan sketcher di seluruh dunia terhubungan menggunakan berbagai macam media sosial seperti Facebook, Twitter, Blogger, Flickr. Banyak yang tidak berbahasa sama, tetapi mereka mampu berkomunikasi tanpa kesulitan melalui penggambaran visual. Sebagai tambahan dari blog aslinya dengan seratus koresponden, sekarang parasketcher memiliki grup Facebook, blog regional, beberapa grup flickr – secara lokasi dan tema.